contoh laporan kerja praktek

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang masalah
Sejauh ini pompa semakin banyak digunakan dan penggunaannya macam -macam. Perbedaan dengan jaman yang lalu pompa hanya digunakan untuk memindahkan air saja akan tetapi penggunaan sekarang semakin meluas, pompa juga bisa digunakan untuk pemindahan bahan-bahan kimia serta bentuk benda cair lainnya. Kegunaan yang banyak pada pompa ini, pompa banyak digunakan baik dalam kehidupan Industrial maupun kehidupan rumah tangga.
Alat yang digunakan untuk mempermudah kerja manusia terutama untuk memindahkan benda yang berupa fluida kecuali udara, disebut pompa. Pompa adalah pesawat angkut yang bertujuan memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain. Fluida hanya mengalir bila terdapat perbedaan tekanan tertentu. Jadi pompa itulah yang harus membangkitkan perbedaan tekanan tersebut.
Berdasarkan prinsip kerja pompa, pompa dibedakan dalam kelompok utama sebagai berikut ;
a. Pompa Desak.
b. Pompa Sentrifugal.
c. Pompa Ulir.
d. Pompa Aliran Pusar.
Akan tetapi pada laporan Kerja Praktek ini, penyusun hanya membahas mengenai pompa jenis Sentrifugal.
Pompa sentrifugal ini merupakan pompa yang umum digunakan untuk pemompaan air dalam penggunaan industri. Biasanya lebih dari 75% pompa yang dipasang di sebuah industri yaitu pompa sentrifugal. Untuk alasan ini, pompa Sentrifugal ini dijelaskan dibawah lebih lanjut.
1.2 Identifikasi / Perumusan Masalah
Dengan adanya kehidupan di lingkungan masyarakat maupun industri, banyak kegunaan pompa yang sering kita temukan, sehingga akan banyak pembahasan yang harus dibahas mengenai pompa ini. Oleh karena itu, penyusunan dari laporan Kerja Praktek ini membatasi masalah yang akan dibahas berupa :
1. Pengoperasian pompa sentrifugal.
2. Komponen pada pompa sentrifugal.
3. Keuntungan pompa sentrifugal.
4. Selebihnya banyak di bahas pada teori dasar.

1.3 Tujuan Kerja Praktek dan Manfaat Kerja Praktek
1.3.1 Tujuan kerja praktek adalah :
a. Tujuan Umum
1. Membandingkan ilmu yang diperoleh dari bangku pendidikan dengan penerapannya di dunia industri.
2. Untuk mengenal dan mengetahui cara pembuatan dies untuk produksi gasket kendaraan bermotor.
3. Untuk menambah pengalaman bekerja di dunia industri.
b. Tujuan Khusus
Untuk memenuhi tugas dalam rangka menyelesaikan program pendidikan S1 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.

1.3.2 Manfaat kerja praktek adalah :
1. Mengembangkan ilmu pengetahuan serta kemampuan khususnya yang berkaitan dengan teknik mesin.
2. Kerja praktek diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran, pemahaman dan pengaplikasian disiplin ilmu mahasiswa di dunia industri, Sehingga terdapat hubungan timbal balik antara lingkungan pendidikan dan dunia industri.
1.4 LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Lokasi pelaksanaan kerja praktek ini di laksanakan
Tempat : PT. Pupuk Kujang
Alamat : Desa Dawuan, Kec : Cikampek, Kab : Karawang- Jawa Barat.
Waktu : 05 juli sampai 05 agustus 2011.

1.5 SISTEMATIKA LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini terdapat beberapa point yaitu latar belakang masalah, identifikasi / perumusan masalah, tujuan dan manfaat kerja praktek, lokasi dan waktu pelaksanaan kerja praktek, dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
DAN PERMASALAHAN YANG DIAMATI
Dalam bab II membahas mengenai sejarah perusahaan, struktur perusahaan, keadaan dan fasilitas perusahaan, jenis produk yang dihasilkan, sumber daya manusia, serta keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Dan menjelaskan flow chart dan keterangan flow chart dari apa yang dilaksanakan di lapangan.

BAB III STUDI PUSTAKA/ LANDASAN TEORI
Studi pustaka/ Landasan teori ini akan dibahas mengenai penjelasan umum pompa baik dari segi pengertian, macam–macam pompa sentrifugal, prinsip dasar pompa sentrifugal, perhitungan daya dan efisiensi pada pompa sentrifugal dan Pemeliharaan pompa sentrifugal satu tingkat.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi data hasil pengamatan serta data kualitas terhadap pompa sentrifugal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan kerja praktek yang telah dilakukan, serta sumbang saran mengenai laporan kerja praktek bagi umum dan sumbang saran terhadap perusahaan tempat praktikum sehingga dapat bermanfaat.

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PERMASALAHAN YANG DIAMATI

2.1. Gambaran Umum Perusahaan
2.1.1. Sejarah Perusahaan
PT. Pupuk Sriwijaya yang memproduksi urea pada tahun enam puluh hanya
100.000 ton per-tahun. Ternyata kapasitas kebutuhan Nasional ini kurang yang
diperhitungkan mencapai angka 728.000 ton urea per-tahun.
Sehingga terbentuklah satu gagasan untuk membuat/ mendirikan Pabrik Urea lainnya, dengan ditemukannya sumber gas alam baru didaerah Jatibarang. Kabupaten Indramayu yang terletak dilepas pantai Cilamaya Kabupaten Karawang. Adapun UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang tertera menyatakan bahwa “Kekayaan alam Indonesia dengan segala isi yang terkandung didalamnya harus dapat dimanfaatkan bagi kepentingan dan kemakmuran rakyat”, maka terbentuklah gagasan Proyek Pupuk Jatibarang yang pengolahannya diserahkan pada Pertamina dan berlokasi di Jatibarang.
Dan pada tahun 1975, dengan SK Presiden No. 16 tahun 1975, pengelola proyek Pupuk Jatibarang dialihkan kepada Departemen Perindustrian c.q. Direktorat Jendral Industri Kimia.
Pada tanggal 9 Juni 1975 dengan Akta Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H. No. 16 tahun 1975 didirikan PT. Pupuk Kujang (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara dilingkungan Direktorat Jendral Industri Kimia Dasar, Departemen Perindustrian. PT. Pupuk Kujang diserahi tugas untuk membangun pabrik Pupuk Urea dikawasan Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang – Jawa Barat.
Sebagai kontraktor utama pelaksanaan Proyek Pupuk Jawa Barat ini adalah Kellog Overseas Corporation dari Huston, Texas, Amerika Serikat, sedangkan Toyo Engineering Corporation dari Jepang sebagai subkontraktor. Untuk membiayai pelaksnaan Proyek Pupuk Jawa Barat ini Pemerintah Indonesia memperoleh pinjaman modal dari Pemerintah Kerajaan Iran sebesar 200 juta dollar US, sedangkan pemerintah Indonesia menyediakan dana sebesar 65 juta dollar US sebagai Penyertaan Modal Pemerintah.
Pelaksanaan penarikan dana dari Pemerintah Iran dilakukan melalui Bank Indonesia dengan dasar pinjaman lunak dan non komersil.
Pada masa pembangunan proyek PT. Pupuk Kujang ini dilakukan penelitian analisa mengenai dampak lingkungan oleh konsultan dalam negeri, yakni PT. Widya Pertiwi Engineering. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan setempat pada saat pembangunan pabrik serta dugaan terhadap lingkungan pada waktu pabrik telah beroperasi. Pada tanggal 7 November 1978, pembangunan PT. Pupuk Kujang telah diselesaikan lebih cepat 3 bulan dari yang direncanakan.
Pada tanggal 12 Desember 1978, Presiden Soeharto meresmikan pengoperasian pabrik Pupuk Kujang yang memiliki kapasitas terpasang 570.000 ton urea per-tahun dan 330.000 ton Amonia pertahun. Pada tanggal 1 April 1979, pabrik dinyatakan dengan resmi beroperasi secara komersil. Berdasarkan Akte Notaris Imas Fatimah, S.H. No. 88 tanggal 27 Maret 1998 telah dibentuk Holding BUMN Pupuk dengan PT. Pupuk Sriwijaya sebagai induknya dan PT. Pupuk Kujang menjadi anak perusahaan dari PT. Pupuk Sriwijaya.

2.1.2. Lokasi dan Tata Letak Pabrik

Lokasi perusahaan, seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pabrik PT. Pupuk Kujang terletak di Desa Dawuan, Kec : Cikampek, Kab : Karawang- Jawa Barat.

Gambar 2.1. PT. Pupuk Kujang-Cikampek

2.1.3.Stuktur Organisasi

PT. Pupuk Kujang ini adalah BUMN dibawah Departemen Perindustrian yaitu Direktorat Industri Kimia Dasar yang modalnya berasal dari Pemerintah. Sistem menajemen yang di Pakai adalah menajemen sumber daya manusia. Perusahaan ini mempunyai perusahaan berbentuk lini dan staf

 Adapun struktur Organisasi PT. Pupuk Kujang-Cikampek

1. Direktur Utama.
2. Direktur Produksi.
3. Kepala Kompartemen.
4. Kepala Dinas (kepala bagian).
5. Kepala Dinas Umum dan Sumber daya manusia.

Direktur utama membawahi dan mengkoordinasikan direktur produksi lainnya.masing – masing direktur produksi membawahi kompartemen sesuai dengan bidangnya, sedangkan kompartemen pemeliharaan membawahi Divisi pemeliharaan dan Biro, untuk Divisi pemeliharaan terdiri dari dua unit kerja yang dinamai Divisi Pemeliharaan Mekanis dan Divisi Pemeliharaan Listrik & Instrumen bertugas sebagai pelaksanaan unit kerja dipabrik dan dipimpin oleh seorang kepala Divisi pemeliharaan (Manager & Supertintendent) dan untuk Biro mempunyai dua unit kerja yang bertugas sama persis dengan Divisi pemeliharaan yaitu Biro Infeksi dan Biro Meterial bertugas sebagai peleksanaan unit kerja pabrik yang dipimpin oleh kepala Biro (Manager & Super intenden ).
D.pemeliharaan Mekanis membawahi dan mengkordinasikan D.Pemeliharaan Lapangan K Ia – K Ib dan D.Perbengkelan, D.Pemeliharaan Listrik & Instrumen membawahi D.Pem Listrik dan D.Pem Instrumentasi & Telkom, untuk Biro Infeksi membawahi Bagian Inspeksi dan Bagian Inspeksi Rotating, Biro Material membawahi B.Pergudangan dan B.PPM (perencanaan pemeliharaan material) yang dipimpin oleh (Kepala Dinas) . Sesuai dengan tugas pengopersaian pabrik. Kepala Dinas bertanggung jawab kepada melalui Manager & Super intenden,kompartemen membawahi beberapa kepala Dinas yang menjadi pemimpin unit-unit produksi ( Unit utility, Amonia, Urea dan Pegantongan). Kepala dinas membawahi beberapa kepala seksi sekaligus sebagai kepala shift yang membawahi para pelaksana pabrik harian (operator).
Sedangkan unit kerja dikantor disebut Biro dan dikepalai oleh seorang Kepala Biro. Kepala Biro bertanggungjawab kepada Direktur Produksi melalui kepala kompartemen. Sebuah Biro terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing di pimpin oleh seorang kepala bagian yang membawahi beberapa kepala bagian.

Adapun perangkat Perusahaan yang bertugas mengawasi jalannya kegiatan perusahaan dan menjaga sistem produksi. Unsur ini dipimpin oleh Direktur Utama melalui satuan pengawasan intern.

2.1.4. Proses Produksi

PT.Pupuk Kujang memproduksi urea dan mempunyai tujuan jangka panjang dan jang ka pendek yang menjadi arah pengembangan perusahaan. Tujuan jangka pendek yaitu menyelesaikan dan menyempurnakan pembangunan pabrik urea. Sedangkan tujuan jangka panjang yaitu:
• Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku untuk pembuatan urea dan bahan kimia lainnya.
• Menyediakan jasa dalam proyek industri pupuk kimia, penelitian, pemeliharaan, serta pabrikasi alat – alat produksi.
• Menyediakan jasa angkutan dan pergudangan guna melengkapi pelaksanaan usaha di atas.
• Menyalurkan dan menyediakan jasa pergudangan ekspor maupun impor untuk hasil industri.
2.1.5. Lampiran
 Waktu kerja PT.Pupuk Kujang

 Waktu krja reguler
Berlaku bagi karyawan yang tidak terkait langsung dalam kegiatan produksi dan biasanya adalah karyawan tingkat staf ke atas.
Waktu kerja untuk karyawan regular adalah :
• Senin s/d Kamis, pukul 07.00 – 16.00 WIB.
Istirahat pukul 11.30 – 12.30 WIB.
• Jum’at, pukul 07.00 – 16.30 WIB.
Istirahat pukul 11.30 – 13.00 WIB.
• Sabtu dan Minggu libur.

 Waktu kerja shift
Berlaku bagi karyawan yang terkait langsung dengan kegiatan produksi.
• Shift Pagi : Pukul 07.00 – 15.00 WIB.
• Shift Sore : Pukul 15.00 – 23.00 WIB.
• Shift Malam : Pukul 23.00 – 07.00 WIB.

 Keselamatan kerja
Mengenai keselamatan kerja sangat penting dalam pengoperasian perusahaan, baik untuk melindungi keselamatan karayawan itu sendiri maupun untuk kelangsungan perusahaan sendiri. Keselamatan kerja diatur dalam UUD No. 1 Tahun 1970 yang menetapkan bahwa, “ Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan dan keselamatan dalam bekerja demi kesejahteraan dalam hidup dan peningkatan produktivitas nasional”. Karena itu PT. Pupuk Kujang telah membentuk ketentuan dan peraturan untuk memasuki area pabrik, sebagai berikut :
• Memakai Safety Helmet.
• Memakai Ear Plug pada saat memasuki area yang mempunyai kebisingan.
• Memakai kaca mata Safety.
• Memakai Masker Safety.
• Memakai sepatu Safety.

 Sarana dan prasarana
Hal yang perlu untuk menunjang kesejahteraan karyawan beserta keluarganya, dari perusahaan menyediakan berbagai sarana dan prasarana, diantaranya :

 Perumahan
Dari perusahaan ini sendiri menyediakan fasilitas perumahan bagi karyawan disekitar area pabrik sesuai dengan tingkat jabatannya.
Selain itu kepada lainnya disediakan Kredit Pemilikan Rumah dari Bank Tabungan Negara (KPR BTN) yang pembayaran uang mukanya mendapat pinjaman dari perusahaan tersebut.

 Pendidikan
Perusahaan menyediakan sarana pendidikan bagi putra-putri karyawan dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Pertama disekitar area pabrik.

 Transportasi
Alat transportasi berguna untuk memperlancar transportasi bagi karyawan dan keluarganya, perusahaan menyediakan armada bus untuk antar – jemput karyawan dan anak-anak sekolah.

 Balai kesehatan
Balai Kesehatan ini sangat penting sehingga perusahaan menyediakan balai kesehatan guna untuk melayani karyawan dan keluarga secara cuma-cuma dengan didukung tanaga medis dan dokter ahli.
 Sarana olahraga
Guna untuk kesehatan dari kalangan masyarakat umum maupun karyawan Perusahaan, menyediakan berbagai sarana olahraga, seperti :
• lapangan golf.
• lapangan sepak bola. lapangan tenis.
• lapangan basket.
• kolam renang.

 Pemeliharaan hewan
Beberapa ekor binatang Rusa ialah hewan yang dipelihara diarea pabrik, tempat pemeliharaan ini sangat strategis di pinggir area jalan kawasan dan bersampingan dengan air yang mengelilingi area tersebut.

 Distribusi produk PT. Pupuk Kujang
Mengenai PT. Hurip Utama merupakan salah satu distributor urea, ammoni PT. Pupuk Kujang serta jenis pupuk yang lain seperti : KCI, ZA, Phospat untuk sector pangan, perkebunan dan industri. Selain itu, PT. Hurip Utama juga bergerak dibidang transfortasi angkutan pupuk dan angkutan produk PT. Peroksida Indonesia Pratama H2O2.

2.2 Pemasalahan Khusus yang Diamati
2.2.1. Flow chart
Flow chart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flow chart menolong analis untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flow chart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah, khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

2.2.2. Flow chart sistem
Flow chart sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur yang ada dalam sistem. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur-prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem.
Flow chart sistem terdiri dari langkah-langkah yang melalui proses. Proses dalam flow chart sistem dapat ditemukan secara metode observasi (metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan dibahas) atau metode interview (metode pengumpulan data dengan cara melakukan diskusi).
2.2.3. Perencanaan perawatan terprogram
Flow chart sistem untuk menggambarkan urutan pekerjaan dalam suatu perancanaan perawatan.

Gambar 2.2. Alur Melakukan Perawatan Terprogram

2.2.4. Perawatan rutin (Routin maintenance)
Langkah routine maintenance saat melakukan kegiatan, meliputi :
• Langkah pemeriksaan apakah terjadi vibrasi getaran yang terlalu besar.
• Langkah pemeriksaan baut pada sambungan pipa dll.
• Langkah pemeriksaan langsung kondisi oli. Langkah pemeriksaan temperature pada fluida.

2.2.5. Perawatan pencegahan (Preventive maintenance)
Langkah preventive maintenance saat melakukan kegiatan, meliputi :
• Langkah pengecekan kebocoran pada sambungan-sambungan dan sistem perapat.
• Langkah pembersihan saringan filter agar tidak ada kotoran yang menyubat .

2.2.6. Perawatan prediksi (Predictive maintenance)
Langkah prdictive maintenance saat melakukan kegiatan, meliputi:
• Langkah pengecekan vibrasi/getaran pada alat putar.
• Langkah memprediksi pada saat kerusakan dari mesin.
• Langkah pengecekan terhadap temperature mesin.
• Langkaah mengukur tingkat pada kebisingan mesin.

2.2.7. Perawatan koreksi (Corrective maintenance)
Suatu perwatan dalam bentuk Pemeriksaan/mengkoreksi pada suatu objek. Perawatan ini sangat dibutuhkan, selain untuk mengetahui kondisi lapangan dan perawatan ini juga guna untuk memperlancar kegiatan pada perusahaan untuk lebih terjamin lagi sehingga kegiatan pada saat beroperasi berjalan dengan lancar.

2.2.8. Perbaikan tahunan ( PERTA)
Analis Sistem menggunakan flow chart sistem untuk menggambarkan urutan pekerjaan dalam suatu perbaikan tahunan ( PERTA).

Gambar 1.3 Alur Melakukan Perbaikan Tahunan (PERTA)

2.2.9. Tahap perbaikan tahunan (PERTA)
Beberapa tahap perbaikan tahunan diPT. Pupuk Kujang yaitu :

2.2.9.1. Persiapan
Sesuai dengan dasar pemikiran jenis pekerjaan yang akan dilakukan pada perusahaan,sebagai berikut : Jadwal pada saat pelaksanaan PERTA.
• Menentukan jumlah pekerja yang diinginkan.
• Frekuensi kelainan mesin dari PERTA ke PERTA.
• Jumlah jam operasi alat/mesin.
• Persiapan material yang dibutuhkan.
• Modifikasi yang akan dilakukan untuk kebutuhannya.

2.2.9.2. Pemberhentian alat
Pelaksanaannya dilakukan oleh bagian Pemeliharaan Lapangan, Sebelum dilakukan perbaikan pada peralatan pabrik maka dilakukan pemberhentian peralatan terlebih dahulu agar tidak terjadi adanya kecelakaan pada saat bekerja.

2.2.9.3. Pelaksanaan
Perbaikan dan pemeriksaan peralatan harus lebih di dahulukan karena operasi peralatan pabrik tergantung pada alat tersebut. peralatan yang lainnya dipersiapkan berdasarkan pengaruh alat terhadap proses produksinya.
2.2.9.4. Start-up
Melakukan pengecekan ulang keseluruh sistem apabila kegiatan dianggap selesai serta hasil tersebut langsung dipertanggung jawabkan pada saat kegiatan tersebut.

2.2.9.5. Laporan dan evaluasi
Sesudah melaksanakan kegiatan perbaikan tahunan selesai maka disusunlah laporan hasil kegiatan tersebut, karena laporan ini sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan tahunan pada tahun berikutnya dan laporan ini bisa dipertanggung jawabkan.

BAB III

STUDI PUSTAKA / LANDASAN TEORI

3.1. Penjelasan umum pada pompa

3.1.1. Pengertian pompa
Pompa yaitu suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida dari satu tempat ke tempat lain. Berhubung pompa merupakan salah satu peralatan yang dipakai untuk mengubah energi mekanik (dari mesin penggerak pompa) menjadi energi tekan fluida yang dipompa. Kegunaan pompa yaitu :
• Memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih tinggi tempatnya.
• Memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih tinggi tekanannya.
• Memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan jarak tertentu.
Untuk sirkulasi. Pompa merupakan alat untuk memindahkan fluida yang paling efektif sehingga penggunaannya cukup luas, khususnya pada sektor industri kimia, industri minyak, industri kertas, industri tekstil dan lain-lain.
Kenaikan tekanan fluida digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran dapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Hingga pompa juga merupakan suatu suatu alat atau mesin fluida yang memberikan energi kepada fluida. Untuk pompa sentrifugal, pompa dapat bekerja karena terdapat :
• Impeller (Cakram bulat dengan lintasan/ sudu aliran Fluida).
• Shaft (pusat putaran).
• casing (penutup impeller).
Mekanisme kerja dari pompa ketika impeller berputar, fluida masuk melalui volute yang berbentuk spiral.

Gambar 3.1. Pompa Air Industri

3.1.2. Klasifikasi pompa
Secara umum, pompa diklasifikasikan menjadi 2 bagian, yaitu:
a) pompa kerja positif (positive displacement pump).
b) pompa kerja dinamis (non positive displacement pump).
– Pengetian dari pompa kerja positif dan pompa kerja dinamis, yaitu :

a) Pompa kerja positif
Pada pompa kerja positif kenaikan tekanan cairan dalam pompa disebabkan oleh pengecilan volume ruangan yang ditempati fluida. Adanya elemen yang bergerak dalam ruangan menyebabkan volume ruangan akan membesar atau mengecil sesuai dengan gerakan elemen tersebut.

• Secara umum pompa kerja positif diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu :

1). Pompa torak (Reciprocating pump).
Pompa torak yaitu sebuah pompa dimana energi mekanis penggerak pompa dirubah menjadi energi aliran fluida yang dipindahkan dengan menggunakan elemen yang bergerak bolak-balik dalam sebuah silinder.

2). Pompa putar (Rotary pump).
Pompa putar yaitu pompa perpindahan positif dimana energi mekanis ditransmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang berputar (rotor) dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar dalam rumah pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula volumenya besar (pada sisi isap). Karena putaran rotor konstan, aliran zat cair yang dihasilkan hampir merata.
Keuntungan : – Tidak perlu perapat mekanis (mechanical seal).
– Pemeliharaan mudah dan murah.
– Dapat memompakan fluida yang mengandung
lumpur.
– Bila bekerja tanpa beban tidak terlalu merusak
pompa.

Kerugian : – Aliran berdunyut
– Kapasitas sangat tergantung pada ukuran besar kecilnya Pompa dan tidak dapat divariasi dengan perubahan kecepatan.
– Kapasitasnya rendah (dibandingkan dengan pompa sentrifugal).
– Efisiensi pada kapasitas tinggi.

3). Pompa diagframa (diaphragm pump).
Pompa diagframa adalah membran yang fleksibel sebagai elemen pemindah positif. Membran ini dapat bergerak berhubungan langsung dengan flunyer atau dengan bantuan pemompaan fluida sebagai penerus dayanya. Pompa diafragma sederhana seperti prinsip kerjanya hampir sama dengan pompa torak. Penerusan tekanan dari piston dibantu oleh fluida tak mampu merapat (incompressible fluid) yaitu hidraulic fluid.

b) Pompa kerja dinamis
Pompa kerja dinamik dikarakteristikkan oleh cara pompa beroperasi: impeller yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang diperlukan untuk memompa fluida.
– Dua jenis pada pompa dinamik antara lain :
1) Pompa efek khusus
Pada pompa ini, pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi khusus di lokasi industri. Merupakan

pompa yang digunakan untuk keperluan tertentu.
– Contoh pompa jenis ini yaitu :
• Hydraulic ram.
• Electromagnetic.
• Gas lift dan jet (eductor).

2) Pompa sentrifugal
Selanjutnya jenis pompa sentrifugal, merupakan pompa yang sangat umum dikalangan masyarakat dan digunakan untuk pemompaan air dan suatu cairan dalam berbagai penggunaan industri. Pompa sentrifugal biasanya lebih dari 75% pompa dipasang di sebuah industri. Dengan beralasan ini, pompa ini dijelaskan lebih lanjut.
Pada pompa sentrifugal, energi penggerak dari bagian luar diberikan kepada poros dan kemudian berfungsi untuk menggerakkan baling-baling pada bagian dalam pompa yang disebut impeller.

Gambar 3.2. impeller jenis tertutup dan terbuka

Impeller berputar sehingga cairan masuk ke dalam pompa menghasilkan suatu energi tekanan dan energi kinetik cairan bertambah. Cairan akan terlempar ke luar akibat gaya sentrifugal yang ditimbulkan pada gerakan baling-baling (impeller).
Cairan yang keluar dari impeller ditampung oleh saluran berbentuk volut (spiral) pada keliling impeller dan disalurkan ke luar pompa melalui difuser.
3.1.3. Perhitungan daya dan efisiensi pompa

1. Effisiensi volumetris ( w )
Kerugian akibat kebocoran fluida terjadi pada :
• Sambungan pipa-pipa/ fiting.
• Pipa Isap.
• Kebocoran pada paking.

2. Effisiensi hidrolis ( h )
Kerugian akibat gesekan yang terjadi dari fluida dengan saluran meliputi:
• Terjadinya gesekan pada pipa isap dan kempa.
• Terjadinya turbulensi atau kavitasi.
• Membaliknya aliran pada cairan, antara impeller dan ruang kosong disebabkan tidak seluruhnya ditransfer.

3. Effisiensi Mekanik ( m )
Terjadi kehilangan tenaga akibat bergesekannya bagian yang berputar yaitu:
• Adanya gesekan yang terjadi diantara pompa dan bantalan.

• Adanya gesekan poros dengan bagian gland packing atau mechanical seal.
Jadi debit yang sesungguhnya adalah :

Dimana :
Qe = Q. w
Qe = Debit aktual
Q = Debit teoritis
w = Effisiensi volumetrik
Dan effisiensi yang sesungguhnya adalah penjumlahan dari :
 = w + h + m

4. Daya
Daya untuk memindahkan fluida pada pompa dibutuhkan suatu tenaga atau daya untuk menggerakan atau memutarkan impeller.
Impeller berfungsi sebagai pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga gerak atau tenaga tekan, karena konstruksi impeller dijadikan satu dan dibuat mati dengan porosnya maka secara otomatis untuk memutar impeller harus melalui perantara poros.
Pada ujung poros penggerak, tenaga yang diberikan penggerak kepada pompa merupakan input bagi pompa yang dinyatakan dengan BHP (Break Horse Power). Sedangkan tenaga output dari pompa guna mengalirkan fluida disebut WHP (Water Horse Power).

3.2. Pompa sentrifugal

3.2.1. Penjelasan pompa sentrifugal
Pada pompa sentrifugal yang mempunyai baling-baling disebut impeller , kegunaannya untuk mengangkat suatu cairan/ zat cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Hingga Head akan menarik cairan/ zat cair karena suatu tenaga atau daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk menghasilkan putaran pada impeller.
Suatu cairan yang ada dalam impeller, adanya dorongan sudu-sudu maka cairan ikut berputar, adanya gaya sentrifugal maka kapasitas zat cair mengalir dari tengah impeller keluar melalui saluran di antara sudu-sudu.

Gambar 3.3. Cairan mengalir di Impeller

Penjelasan : pompa merupakan mesin fluida yang memberikan energi kepada fluida. Mengenai pompa sentrifugal, pompa dapat bekerja karena ada impeller, shaft (pusat putaran) dan casing (penutup impeler). Prinsip kerja dari pompa ketika impeller berputar, fluida masuk melalui volute yang berbentuk spiral. Pompa sentrifugal terdiri dari sebuah kipas yang berputar di bagian dalam sebuah pompa. Pada bagian dalam pompa dihubungkan saluran kempa dan saluran isap.
3.2.2. Prinsip kerja pompa sentrifugal
Pompa sentrifugal memiliki prinsip kerja pada impeller untuk menarik/ mendorong fluida. Suatu energi penggerak dari luar diberikan kepada poros yang kemudian berfungsi untuk memutarkan/ menggerakkan baling-baling yang disebut impeller. Pada saat impeller berputar dan mendorong fluida yang ada dalam casing pompa dalam keadaan vacuum (kosong) hingga fluida pada sisi Suction yang memiliki tekanan 1 Atmousfir memasuki casing pompa, impeller berputar menghasilkan kecepatan fluida dan dirubah menjadi head/ tekanan pada difusar (volut).

Gambar 3.4. Casing pompa vacuum pada saat impeller berputar

Putaran fluida pada impeller masuk ke bagian dalam casing pompa sehingga terjadi energi tekanan dan energi kinetik cairan bertambah. Cairan akan terlempar ke luar akibat adanya gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh gerakan impeller. Fluida yang keluar dari impeller dilewatkan oleh saluran berbentuk volut (spiral) di sekeliling impeller dan disalurkan ke luar pompa melalui difuser. Dalam difuser , sebagian energi kecepatan akan diubah menjadi energi tekanan/ head. Pengertian pompa air sentrifugal, pompa air sentrifugal yaitu mesin fluida atau suatu alat yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi.

Gambar 3.5. mengangkat cairan dari tempat yang rendah ketempat
lebih tinggi.

Dengan adanya mekanisme putaran, dimana daya luar yang diberikan kepada poros pompa digunakan untuk memutar impeller dalam fluida sehingga fluida ikut berputar akibat dorongan sudu-sudu yang akan mengalirkan air dari tengah impeller keluar melalui saluran diantara sudu – sudu impeller.
Pompa sentrifugal merupakan pompa yang paling banyak digunakan karena penggunaan pompa sentrifugal banyak dipakai di kalangan industri maupun kalangan pribadi yang operasinya sangat luas, dari tekanan rendah sampai yang tinggi. Selain itu pompa sentrifugal juga mempunyai harga yang relatif murah dan bentuk yang sederhana.

3.3. Macam – macam pompa sentrifugal

3.3.1. Berdasarkan jumlah aliran masuk (Suction)
a) Double suction
Pada pompa ini umumnya mempunyai dua sisi aliran masuk dan arah
aliran masukya segaris dengan arah aliran keluarnya. Saluran masuk
bertujuan untuk mengurangi/ menghilangkan gaya aksial yang terjadi.

b) Single suction
Pompa ini memiliki satu sisi aliran masuk dan arah aliran masuknya tegak lurus terhadap arah aliran keluar.

3.3.2. Berdasarkan jumlah impeller

a) Pompa satu tingkat
Pompa ini hanya memiliki satu impeller sehingga total head yang dihasilkan lebih rendah karena hanya berasal dari satu impeller.

b) Pompa bertingkat banyak
Pompa ini menggunakan beberapa impeller yang dipasang secara berderet (seri) pada satu poros. Fluida cair yang keluar dari impeller pertama dimasukan ke impeller berikutnya dan seterusnya sampai impeller terakhir. Total head pompa ini lebih tinggi daripada pompa satu tingkat karena merupakan penjumlahan dari head yang ditimbulkan oleh masing-masing impeller.

3.3.3. Berdasarkan letak fluidanya

a) Pompa positif
Positif fluida yang akan dihisap berada sejajar atau diatas pompa ini tidak harus dipriming/dipancing dahulu karena dalam casing sampai ujung suction pipa telah terisi penuh fluida.

Gambar 3.6. Fluida yang dihisap sejajar atau di atas pompa
b) Pompa negatif
Posisi fluida yang dihisap berada di bawah pompa. Untuk pompa ini sebelum dinyalakan harus dipancing terlebih dahulu agar dalam casing pompa sampai ujung suction pipa terisi penuh fluida.
Bila ada udara masuk walaupun sedikit, pompa tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Umumnya pompa ini pada bagian ujung pipa suction dipasang foot valve agar bisa dilakukan priming/ dipancing.

Gambar 3.7 Fluida yang dihisap berada dibawah pompa
3.4. Data kualitas pompa sentrifugal
Kualitas pompa sentrifugal di perusahaan sebagian dari langkah untuk menghasilkan sebuah produk. Oleh karena itu, perusahaan sendiri memilih pompa sentrifugal dengan menentukan keperluan yang di butuhkan dan perusahaan tersebut dapat menunjuk bahwa pompa itu yang di butuhkannya.

3.4.1. Kontruksi
Pompa sentrifugal yang di tetapkan oleh perusahaan dibagian dinas Amonia PT.Pupuk Kujang.
Produksi SANWA TOKOSHU SEIKO CO.LTD
Type pompa HORIZONTAL
Type impeller Tertutup
Clearence 0,6 – 0,8 mm
Bearing Ball ( Radial ) No. 6215
Ball ( thust ) No. 7217
Lube Ring oli
Transmisi tenaga Direct ( Langsung )
Kopling Fleksibel
Rotasi CW ( Clock Wise )
Shaft seal Packing ( Valqua 7039 )
Mechanical seal

3.4.2. Tindakan pemeriksaan
Didalam tiap-tiap bagian dinas melakukan tindakan pemeriksaan, pelaksanaan ini bertujuan untuk kelancaran suatu produksi dan pelaksanaan ini adalah salah satu tindakan rutin yang dilaksanakan pada perusahaan.
Suatu tindakan pemeriksaan kondisi pompa pada saat beroperasi di bagian dinas Amonia PT.Pupuk Kujang.
Kondisi pompa pada saat beroprasi
No Pemeriksaan Ket .
1 Fliuda Amonia
2 Temperatur fluida pompa 760C
3 Gravitasi spesifik 1,2 m/s2
4 Viskositas 20 cp
5 Kapasitas 81,6 m3/ jam
6 Tekanan masuk ( Suction ) 14,8 kgf/ cm2
7 Tekanan keluar ( Discharge ) 23 kgf/ cm2
8 Kecepatan putar 1480 rpm
9 Total Head 105 m

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4. Pemeliharaan Pompa Sentrifugal Satu Tingkat

Ada beberapa sistem perencanaan dikawasan pabrik, hal yang menunjang pada pemeliharaan/perawatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada pemeliharaan di PT. Pupuk Kujang, pelaksaan bertujuan untuk kelancaran suatu produksi dengan penyesuaian target yang ditetapkan oleh pabrik sendiri. Sesudah melaksanakan perencanaan perawatan dan selanjutnya melaksanakan tindakan perawatan. Tindakan perawatan di PT. Pupuk Kujang, yaitu :

4.1 Perawatan Terprogram
Perawatan terprogram salah satu yang dilaksanakan pada perusahaan, yaitu suatu tindakan perawatan yang dilakukan pada waktu yang tepat dengan melihat kondisi, sehingga diPT.Pupuk Kujang membentuk kegiatan perawatan, yaitu :
a. Perawatan rutin (Routine maintenance).
b. Perawatan pencegahan (Preventive maintenance).
c. Perawatan prediksi (Predictive maintenance).
d. Perawatan koreksi (Corrective maintenance).
Pengertian dalam perawatan-perawatan tersebut, yaitu :
a. Perawatan rutin (Routin maintenance)
Dengan langkah pemeriksaan mengguakan instrumen seperti pada predictiv maintenance,aga kerusakan dapat segera diketahui. Hal ini untuk menetapkan kerusakan yang terjadi pada infeksi harian,sehingga kerusakan yang lebih fatal dapat dihindari.
Suatu langkah routine maintenance pada saat melakukan kegiatan, meliputi :
• Langkah pemeriksaan apakah terjadi vibrasi getaran yang terlalu besar.
• Langkah pemeriksaan baut pada sambungan pipa dll.
• Langkah pemeriksaan langsung kondisi oli.
• Langkah pemeriksaan temperature pada fluida.

b. Perawatan pencegahan (Preventive maintenance)
Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan dari peralatan dan memperpanjang umur peralatan tersebut. Pekerjaan perawatan yang sifatnya berupa pencegahan dan dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pada perusahaan.
Suatu langkah preventive maintenance pada saat melakukan kegiatan, meliputi :
• Langkah pengecekan kebocoran pada sambungan-sambungan dan sistem perapat.
• Langkah pembersihan saringan filter agar tidak ada kotoran yang menyubat .

c. Perawatan prediksi (Predictive maintenance)
Suatu perawatan dalam bentuk pengamatan pada suatu objek. Hal ini sebagai persiapan langkah-langkah perawatan yang dilakukan serta mewujudkan persiapan untuk melakukan perawatan.
Suatu langkah prdictive maintenance pada saat melakukan kegiatan, meliputi:
• Langkah pengecekan vibrasi/getaran pada alat putar.
• Langkah memprediksi pada saat kerusakan dari mesin.
• Langkah pengecekan terhadap temperature mesin.
• Langkaah mengukur tingkat pada kebisingan mesin.

d. Perawatan koreksi (Corrective maintenance)
Suatu perawatan dalam bentuk Pemeriksaan/mengkoreksi pada suatu objek. Perawatan ini sangat dibutuhkan, selain untuk mengetahui kondisi lapangan dan perawatan ini juga guna untuk memperlancar kegiatan pada perusahaan untuk lebih terjamin lagi sehingga kegiatan pada saat beroperasi berjalan dengan lancar.

4.2. Perbaikan Tahunan (PERTA)
Merupakan perbaikan total, pelaksaan tersebut setiap satu tahun sekali atau lebih, kondisi dan situasi pabrik juga sangat penting untuk melakukan persiapan yang sangat matang agar mesin dapat beroprasi secara normal kembali dan Kegiatan ini dilakukan agar kondisi mesin perusahaan lebih terjamin lagi sehingga kegiatan pada saat beroperasi berjalan dengan lancar.
Beberapa tahap perbaikan tahunan diPT. Pupuk Kujang yaitu :

a. Persiapan
Sesuai dengan dasar pemikiran jenis pekerjaan yang akan dilakukan pada prusahaan,sebagai berikut :
• Jadwal pada saat pelaksanaan PERTA.
• Menentukan jumlah pekerja yang diinginkan.
• Frekuensi kelainan mesin dari PERTA ke PERTA.
• Jumlah jam operasi alat/mesin.
• Persiapan material yang dibutuhkan.
• Modifikasi yang akan dilakukan untuk kebutuhannya.

b. Pemberhentian alat
Pelaksanaannya dilakukan oleh bagian Pemeliharaan Lapangan, Sebelum dilakukan perbaikan pada peralatan pabrik maka dilakukan pemberhentian peralatan terlebih dahulu agar tidak terjadi adanya kecelakaan pada saat bekerja.

c. Pelaksanaan
Perbaikan dan pemeriksaan peralatan harus lebih di dahulukan karena operasi peralatan pabrik tergantung pada alat tersebut. peralatan yang lainnya dipersiapkan berdasarkan pengaruh alat terhadap proses produksinya.

d. Start-up
Melakukan pengecekan ulang keseluruh sistem apabila kegiatan dianggap selesai serta hasil tersebut langsung dipertanggung jawabkan pada saat kegiatan tersebut.

e. Laporan dan evaluasi
Sesudah melaksanakan kegiatan perbaikan tahunan selesai maka disusunlah laporan hasil kegiatan tersebut, karena laporan ini sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan tahunan pada tahun berikutnya dan laporan ini bias dipertanggung jawabkan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Setelah penyusun menguraikan hasil laporan mengenai kerja praktek dengan judul : “ SISTEM PEMELIHARAAN PADA POMPA SENTRIFUGAL SATU TINGKAT ’’ maka dapat ditarik suatu kesimpulan.
Hal yang perlu di perhatikan yaitu kualitas pompa sentrifugal yang di tetapkan oleh perusahaan di setiap bagian dinas yang dilihat dari segi penggunaannya dan dengan menentukan keperluan yang di butuhkan pada perusahaan tersebut.
Di tiap-tiap bagian dinas melakukan tindakan pemeliharaan, pelaksanaan ini adalah salah satu tindakan yang dilaksanakan pada perusahaan yang bertujuan untuk kelancaran suatu produksi dan dengan adanya alur pemeliharaan dan alur perbaikan maka kegiatan tersebut dapat berjalan dengan optimal.

5.2. Saran
Saran yang didapat dari dalam hasil penelitian pada laporan,yaitu : dalam melakukan pemeliharaan/perawatan dan perbaikan di setiap bagian dinas membutuhkan pendataan hasil akhir penugasan, tujuan tersebut guna untuk mengetahui aspek kinerja pada bagian dinas dan mengetahui adanya kerusakan yang sering terjadi pada pompa tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

1. Joko Subario, Centrifugal Pump Recognition. PT. Pupuk Kujang- Cikampek,
1987.
2. http://pompa sentrifugal.goole.com
3. http://spesifikasi pompa sentrifugal.goole.com.
4. Yourdon Edward, Modern Structur Analisis, Prentice – Hall, Inc,
1989.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s